BANGKITLAH DARI LUBANG YANG SAMA
Oleh : Noor Shodiq Askandar
Direktur Lembaga Manajemen Unisma
Sebagaimana tulisan saya sebelumnya, dalam berusaha kemungkinan berhasil atau gagal, sama besar. Untung dan rugi adalah sebuah keniscayaan. Jika kita ingin untung besar, risiko yang dihadapi besar. Sebaliknya jika ingin berusaha dengan risiko kecil, maka untungnya juga sedikit. Begitulah realita yang harus dihadapi dan dijalankan.
Ketidakberhasilan dalam usaha, biasanya disebabkan karena tidak adanya tujuan yang jelas dalam berusaha, takut akan gagal, jarang belajar dari pengalaman dan seringkali mengandalkan kekuatan diri sendiri. Akibat dari semua ini, usaha menjadi kurang fokus, harapan menjadi hilang dan motivasi berkurang.
Sebagai seorang wirausaha sejati, kita tidak boleh takut dengan kegagalan. Karena akan membuat sulit maju dan berkembang. Ketakutan adalah kendala terbesar dalam meraih kesuksesan. Kita harus yakin dibalik itu semua selalu ada hikmahnya. Bahkan bila perlu, muncul peluang baru.
Ketika banyak orang bangkrut karena krisis, muncul peluang baru. Jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, berarti peluang baru bisnis ekspor, begitu juga jika nilai tukar rupiah menguat, importir akan memperoleh keuntungan lebih. Ketika orang bosan dengan segala bentuk gemerlap kemewahan, ada peluang membuat usaha dengan slogan back to nature (kembali ke alam) seperti warung lesehan, wisata alami, kopi pinggir jalan, dan lain sebagainya.
Supaya tidak mengalami kegagalan, seorang pengusaha harus gigih, suka bekerja keras, serta pantang menyerah dalam menghadapi persoalan yang makin kompleks. Hal ini karena berbagai persoalan yang dihadapi, selalu memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Beberapa pengusaha, bahkan menyebut mengurus usaha, kompleksitas persoalannya lebih berat dibanding menjadi abdi negara.
Beberapa langkah yang dapat diambil :
Pertama, selalu berfikir positif dan optimis atas semua peristiwa yang terjadi. Berhati hati dalam bertindak. Jelas dan tegas dalam mengambil keputusan. Ketegasan akan menuntun kita berfikir kreatif dalam mencapai tujuan.
Kedua, jangan mudah curiga kepada orang lain dan mengabaikan seseorang yang saat ini belum menguntungkan. Karena suatu saat bisa jadi akan memberikan keuntungan yang jauh lebih besar.
Ketiga, berhati hatilah dalam bertindak. Ini diperlukan supaya kita tidak keliru langkah. Belajarlah dari kesalahan masa lalu, supaya dapat mengambil tamsil yang lebih baik.
Keempat, membuat hubungan yang lebih manusiawi dalam manajemen perusahaan. Berikan manfaat lebih dan disenangi serta tingkatkan rasa kepemilikan atas usaha. Kembangkan tim kerja yang solid, agar pekerjaan dapat cepat diselesaikan dengan lebih baik.
Kelima, jika anda ternyata tetap gagal, segera bangkitlah. Bangun dan kembangkan usaha dengan cara yang lebih elegan baik dari sisi produksi, pemasaran, keuangan maupun pembinaan sumberdaya manusia.
Kegagalan adalah sukses yang tertunda. Prinsip ini harus selalu kita pegang, karena pengalaman adalah guru yang terbaik. Hanya orang bodoh yang jatuh lebih dari satu kali dalam lubang sama. Purdi E. Chandra menyatakan, sebaiknya kita jangan suka mengukur seorang entrepreuneuer (baca : wirausahawan) dengan menghitung berapa kali ia jatuh, tapi ukurlah dari berapa kali ia bangkit dari keterpurukan.
Anda ingin berkonsultasi masalah wirausaha? silakan kirimkan email Anda ke: "Noor Shodiq"
| < Prev | Next > |
|---|
- 10/11/2010 04:44 - Berpikir Positif dan Berproses
- 10/11/2010 04:37 - Arti Penting Sebuah Nama
- 07/09/2010 13:39 - Wirausaha, Mesti Kita Mulai dari Mana?
- 07/09/2010 13:37 - Berbisnislah dengan Tawa
- 07/09/2010 13:34 - Berani dan Professional
- 07/09/2010 13:33 - Belajarlah ke Negeri Cina



Rubrik 















