Oleh : Noor Shodiq Askandar
Direktur Lembaga Manajemen Unisma Malang
Judul di atas seakan menunjukkan bahwa bisnis itu penuh dengan kesenangan, keceriaan dan keadaan yang serba mengenakkan. Tapi bukan itu maksudnya. Tawa dimaksud adalah tiga alat utama yang kesemuanya dengan awalan huruf H (baca ha, ha, ha) agar dapat digunakan dalam menjalankan bisnis dengan baik.
Seorang pengusaha harus dapat mengelola ketiganya secara sinergis sehingga dapat saling menutupi kelemahan dan menunjang kekuatan masing-masing. Hal ini, karena ketiganya harus dapat berjalan seiring, tanpa meninggalkan salah satu item. Dan jika kita mampu memanaj secara baik, keuntungan berlimpah dan keberlangsungan usaha akan secara cepat dapat diperoleh. Tiga fungsi tersebut, antara lain :
Pertama, penggunaan otak kiri dan kanan secara berimbang (Head). Keseimbangan ini penting agar dapat berjalan secara sinergis antara keteraturan dengan keberanian untuk mengambil keputusan. Seperti kita tahu, otak kiri sering diidentikkan dengan pemikiran kehidupan yang serba teratur tanpa banyak perubahan. Menjadi karyawan adalah bagian dari penggunaan otak kiri. Bangun tidur, mandi, bekerja, pulang istirahat bersama keluarga, tidur dan selanjutnya bangun pagi lagi untuk melakukan aktifitas yang sama. Jika terlalu mengandalkan ini, kehidupan jadi monoton karena tidak banyak perubahan yang dilakukan. Beda dengan otak kanan yang lebih mengarahkan pada keberanian dan kehidupan yang lebih dinamis. Menjadi wirausaha adalah bagian dari keberanian untuk mengambil risiko. Dunia bisnis, penuh dengan upaya untuk memenangkan persaingan agar usaha dapat terus eksis. Akan tetapi jika terlalu ke kanan, akan menjadi terlalu berani tanpa control.
Disinilah perlu keberimbangan antara keteraturan hidup dengan kemampuan mengambil keputusan yang strategis. Dunia bisnis, disamping menjalankan usaha dengan keberanian untuk mengambil risiko, akan tetapi juga harus dibarengi dengan keteraturan manajemen dan profesionalisme usaha agar dapat berjalan secara baik. Begitu juga, dunia bisnis yang penuh dengan persaingan, juga harus dibarengi kemampuan bekerja sama antar pengusaha untuk mengembangkan jaringan. Tanpa ini semua, usaha yang dijalankan tidak akan mampu bertahan lama. Pengusaha tidak dapat berjalan sendiri, akan tetapi tetap memerlukan dukungan fihak lain melalui pola kerjasama yang saling menguntungkan.
Kedua, penggunaan sarana yang memadai untuk menjalankan usaha secara baik (Hand). Apa yang telah diputuskan oleh otak / pikiran kita, baru dapat dijalankan apabila sarana dan prasarananya tersedia secara memadai. Salah satu saja tidak ada, usaha tidak akan dapat berjalan secara normal. Produksi yang berkualitas, tidak akan bisa dipasarkan apabila dana dan fasilitas transportasi tidak tersedia. Sarana tersebut ada, juga belum dapat berjalan sempurna kalau sumberdaya manusianya tidak mampu mengoptimalkan kelebihan agar bernilai ekonomis. Semua saling terkait dan menunjang satu sama lain. Kekuatan permodalan, teknologi, sumberdaya manusia dan manjaerial yang baik adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam bisnis.
Ketiga, Ketulusan, keikhlasan, kejujuran dan ketekunan dalam menjalankan bisnis (Heart). Sekali dalam bisnis kita tidak jujur, maka akan sangat sulit untuk meraih kepercayaan lagi. Padahal kepercayaan merupakan factor penting dalam berusaha. Tanpa kepercayaan pelanggan, produk akan sulit memasuki pasar. Begitu juga ketulusan dan keikhlasan menjadi kunci dalam meraih dan mempertahankan kesetiaan pelanggan. Sebagaimana tulisan saya sebelumnya, dengan ini, pelanggan akan merasa berada dalam satu keluarga besar. Kalau sudah demikian, pelanggan tidak akan segan untuk memberikan saran perbaikan bagi kemajuan usaha yang dijalankan perusahaan.
Anda ingin berkonsultasi masalah wirausaha? silakan kirimkan email Anda ke: "Noor Shodiq" < This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it >
| < Prev | Next > |
|---|
- 10/11/2010 04:44 - Berpikir Positif dan Berproses
- 10/11/2010 04:40 - Bangkitlah dari Lubang yang Sama
- 10/11/2010 04:37 - Arti Penting Sebuah Nama
- 07/09/2010 13:39 - Wirausaha, Mesti Kita Mulai dari Mana?
- 07/09/2010 13:34 - Berani dan Professional
- 07/09/2010 13:33 - Belajarlah ke Negeri Cina
- 07/09/2010 13:30 - 8 Kesalahan Pebisnis Pemula
- 06/09/2010 15:22 - Strategi Harga
- 06/09/2010 15:19 - Menetapkan Nilai Tambah yang Tepat



Rubrik 















