Oleh Noor Shodiq Askandar
Direktur Lembaga Manajemen Unisma Malang
Terdapat berbagai keuntungan jika kita menjadi wirausaha. Dapat mengontrol kegiatan secara mandiri. Mampu mengembangkan potensi secara penuh. Memperoleh keuntungan sesuai keinginan. Dan yang terpenting, kita bisa berbuat bagi orang lain yaitu membuka lapangan kerja. Dengan wirausaha, kita dapat mengatur pola hidup kita menjadi lebih bermakna, tanpa harus terikat oleh protokoler waktu sebagaimana kalau kita kerja pada orang lain.
Namun demikian, bukan berarti kita bisa seenaknya memprogram kegiatan. Berwirausaha membutuhkan sikap tahan banting, siap diremehkan, kerja keras, teliti, ulet dan jujur. Disisi lain, kita harus menghindari mitos kehidupan yang nrimo ing pandum, pasrah, ewuh pakewuh serta berbagai sikap mengalah lainnya.
Dalam berwirausaha yang baik dan profesional dibutuhkan tiga hal :
Pertama, keberanian dalam mengambil keputusan dan menanggung risiko. Seorang wirausahawan sejati adalah adalah pribadi yang siap bekerja keras, mampu merubah tantangan menjadi peluang dan selalu belajar pada pengalaman untuk meminimalkan risiko usaha. Memang setiap orang berbeda-beda keberaniannya dalam menanggung risiko. Ada yang selalu ragu-ragu dalam bertindak, ada yang moderat, serta ada yang berani mengambil keputusan dengan segala risiko yang dihadapi. Jika kita selalu ragu dalam bertindak, tentu tidak akan mendapat hasil optimal dan ketinggalan.
Kedua, Profesional dalam bekerja. Mampu membedakan kepentingan pribadi dan usaha sangat diperlukan. Kekayaan pribadi harus dipisahkan dengan harta perusahaan, supaya hasilnya dapat diukur. Ini sepertinya mudah diucapkan, tapi seringkali sulit diterapkan. Banyak wirausahawan yang sering mencapur adukkan keduanya, sehingga menjadi sulit mengukur keberhasilan atau ketidakberhasilan usaha.
Ketiga, Keberlanjutan usaha. Seringkali kita berfikir jangka pendek dalam menjalankan usaha. Ingin segera memperoleh untung besar, tanpa berfikir jangka panjang usaha yang dikelola. Sedikit tapi terus menerus, sebetulnya lebih menjamin keberlangsungan usaha, daripada untung besar terus mati usahanya..
Sebagai ilustrasi, sebuah warung ketika kedatangan konsumen luar kota, menetapkan harga yang selangit. Pembeli setelah membayar, tentu akan berfikir betapa mahalnya harga yang ada dan kemudian menetapkan tekad untuk tidak kembali. Selanjutnya yang lebih fatal, memberi tahu relasi untuk tidak makan di warung tersebut.
Dahlan Iskan, salah satu wirausahawan sukses di Indonesia, juga memberikan tiga (3) tips sukses dalam berusaha disamping keberanian, profesional dan istiqomah, antara lain :
- Kepeloporan. Untuk sukses, kita harus selalu menjadi yang terdepan dalam berkreasi. Produk usaha, harus dapat selalu menjadi trend setter dan jangan sekali kali menjadi follower.
- Kreatif. Dengan kratifitas, pelanggan akan selalu mendapatkan hal baru dalam menggunakan produk kita, sehingga tidak membosankan. Konsumen akan menjadi setia, karena mendapatkan banyak hal yang selalu berubah menjadi lebih baik. Misal : Bisnis media, dengan selalu memberikan warna baru baik dalam layanan, lay out, isi dan lain sebagainya. Dengan perubahan lay out, pelanggan akan dapat warna dan suasana baru yang tentu lebih menyenangkan.
- Inovatif. Penciptaan produk baru seringkali mampu meningkatkan omset usaha. Hal ini karena konsumen percaya produk baru mesti memberikan kelebihan. Disamping itu makin banyak pilihan yang dapat diambil. Misal : Produk sepda motor, yang selalu mengahasilkan karya baru memanjakan konsumen dengan berbagai warna dan mode pilihan menjadikan omset produk ini selalu meningkat dari tahun ke tahun.
Anda ingin berkonsultasi masalah wirausaha? silakan kirimkan email Anda ke: "Noor Shodiq" < This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it >
| < Prev | Next > |
|---|
- 10/11/2010 04:44 - Berpikir Positif dan Berproses
- 10/11/2010 04:40 - Bangkitlah dari Lubang yang Sama
- 10/11/2010 04:37 - Arti Penting Sebuah Nama
- 07/09/2010 13:39 - Wirausaha, Mesti Kita Mulai dari Mana?
- 07/09/2010 13:37 - Berbisnislah dengan Tawa
- 07/09/2010 13:33 - Belajarlah ke Negeri Cina
- 07/09/2010 13:30 - 8 Kesalahan Pebisnis Pemula
- 06/09/2010 15:22 - Strategi Harga
- 06/09/2010 15:19 - Menetapkan Nilai Tambah yang Tepat
- 06/09/2010 15:18 - Membuat Peta Bisnis



Rubrik 















