Oleh : Noor Shodiq Askandar
Direktur Lembaga Manajemen Unisma Malang
Menjalankan bisnis itu gampang-gampang susah. Sepertinya semua orang bias, akan tetapi ketika mencoba menjalankan usaha, seringkali mengalami kegagalan. Kenapa demikian ? beberapa dari pengusaha menjalankan bisnis tanpa perencanaan yang matang, hanya mengandalkan feeling dan menganggap bisnis bagai perjudian. Kalau menang ya untung, tetapi kalau rugi berarti nasib lagi jelek atau lagi apes.
Padahal mestinya tidak demikian, karena bagi pebisnis disamping kerja keras harus juga dibarengi dengan kerja cerdas untuk mengambil setiap peluang yang ada melalui perhitungan yang matang dan cerdik.
Rheinal Kasali, dkk., dalam Modul Kewirausahaan mengungkapkan, bahwa setidaknya terdapat sembilan hal yang mengakibatkan pebisnis pemula mengalami kegagalan :
Pertama, pebisnis pemula seringkali tidak kompeten secara manajerial. Hal ini karena pengelolaan bisnis tidak bisa dilakukan ala kadarnya. Dibutuhkan pemahaman yang utuh dan praktek yang professional agar usaha dapat dijalankan dengan baik.
Kedua, kurangnya pengalaman dalam mengelola usaha. Akan jauh lebih baik, jika pebisnis mengembangkan usaha yang dipahami betul pola kerjanya dan sudah mempunyai pengalaman baik itu mandiri atau karena ikut orang lain. Bagaimanapun pengalaman adalah guru yang paling baik
Ketiga, kurangnya permodalan. Berdasarkan hasil penelitian,di Jawa Timur saja sekitar tujuh puluh persen masih menggunakan modal sendiri dalam mengelola usahanya. Ini menjadikan kemampuan usaha sangat terbatas untuk dikembangkan. Jika keadaannya demikian, akan sulit untuk mengambil peluang yang muncul.
Keempat, lemah dalam manajemen kas. Pengelolaan kas yang baik sangat diperlukan dalam usaha, agar tidak mengalami krisis. Pengusaha harus memperhatikan arus kas masuk dan keluar secara baik agar berimbang. Tidak menggunakan dana jangka pendek, untuk kepentingan jangka panjang tanpa terkendali. Begitu juga pencadangan kas (cash reserve) harus dimanaj agar usaha tidak mengalami guncangan karena ketiadaan kas.
Kelima, lemah dalam manajemen strategi dan pemasaran. Ketiadaan pengalaman seringkali membuat pebisnis pemula menjadi kaku dalam penetapan strategi usaha khususnya dalam memenangkan persaingan. Pebisnis harus pandai-pandai menentukan kapan saatnya diam, saat menyerang dan saat yang memerlukan kerjasama dengan fihak lain, termasuk dengan pesaing. Seperti dalam tulisan sebelumnya telah ditunjukkan sukses yang diraih Toyota dan Daihatsu ketika bekerjasama membuat mobil Xenia dan Avanza.
Keenam, pertumbuhan yang tidak terkontrol. Pebisnis pemula karena semangat yang membara seringkali menggenjot pertumbuhan setinggi-tingginya, padahal kemampuan sumberdaya belum sekuat yang dibayangkan. Akibatnya ketika usaha tumbuh pesat, modal tidak mencukupi, karyawan kurang, manajemen masih standar, dan seabrek problem lain muncul yang mengakibatkan keguncangan dalam perjalanan usaha. Berbeda jika pertumbuhan terkontrol, seimbang dengan kemampuan sumberdaya.
Ketujuh, lokasi yang tidak cocok. Memang telah ada teori yang dikembangkan dalam ilmu manajemen tentang lokasi, yaitu dekat dengan pasar, dekat dengan tenaga kerja, dan berbagai hal ideal lainnya. Akan tetapi, terkadang juga ada kekhususan dalam pemilihan lokasi karena perubahan pandangan masyarakat. Warung ayam H. Soleh di Pandaan, jika menggunakan teori laama mungkin tidak tepat, akan tetapi karena trend masyarakat yang kembali kea lam, walaupun jauh dari jangkaun, tetap saja konsumen berdatangan.
Kedelapan, lemahnya kontrol persediaan. Pengaturan persediaan khususnya pada usaha perdagangan sangat diperlukan, sehingga ketepatan jumlah persediaan, saat harus reorder dan lain sebagainya betul betul terjaga sehingga pelanggan yang datang tidak memperoleh kekecewaan.
Banyak hasl yang masih dilakukan, agar usaha sukses. Belajar dari kesalahan agar tidak terulang, mengambil contoh yang baik untuk menjadi penyemangat dan inspirasi bisnis adalah keharusan jika ingin sukses dalam berusaha. Aburizal Bakri, Jacob Utama, Pontjo Sutowo, Jusuf Kalla, Rahmad Gobel, Moeryati Sudibyo dan sederet nama lain yang tidak bisa disebut semua adalah contoh sukses dalam mengelola usaha dengan memanfaatkan setiap peluang yang muncul dan menghindari setiap kesalahan yang mungkin muncul. Bank Mandiri setiap tahun juga mengumumkan sekaligus memberi penghargaan pada pengusaha muda yang sukses karena pintar mengambil peluang, sekecil apapun itu dan kreatif dalam mengelola usaha. Begitu juga, Gudang Garam mencari lelaki sejati yang berkarya dan menghasilkan peluang bisnis.
Makna yang bisa kita petik, kalau mereka bisa, kenapa kita tidak. Kita juga pasti bisa. Bagaimana dengan anda?
Anda ingin berkonsultasi masalah wirausaha? silakan kirimkan email Anda ke: "Noor Shodiq" <
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
>
| < Prev | Next > |
|---|
- 10/11/2010 04:37 - Arti Penting Sebuah Nama
- 07/09/2010 13:39 - Wirausaha, Mesti Kita Mulai dari Mana?
- 07/09/2010 13:37 - Berbisnislah dengan Tawa
- 07/09/2010 13:34 - Berani dan Professional
- 07/09/2010 13:33 - Belajarlah ke Negeri Cina
- 06/09/2010 15:22 - Strategi Harga
- 06/09/2010 15:19 - Menetapkan Nilai Tambah yang Tepat
- 06/09/2010 15:18 - Membuat Peta Bisnis
- 06/09/2010 15:15 - Kesempatan Hanya Sekali
- 05/09/2010 15:57 - Bisnis Kreatif



Rubrik 















