Oleh : Noor Shodiq Askandar
Direktur Lembaga Manajemen Unisma Malang
Menetapkan harga itu gampang gampang sulit. Dibilang gampang, kita tinggal menetapkan rumusnya yaitu harga pokok ditambah keuntungan dan risiko. Akan tetapi menjadi sulit kalau harga yang ditetapkan tidak sesuai dengan harapan kepuasan konsumen. Murah atau mahal itu relatif bagi pelanggan. Harga menjadi terasa murah, kalau sesuai dengan yang dibayangkan, sebaliknya menjadi sangat mahal karena pengharapan yang tidak dapat dipenuhi dari produk tersebut.
Diperlukan kecermatan untuk memberikan keseimbangan antara keuntungan yang didapat dengan pemberian kepuasan kepada pelanggan. Kesalahan kebijakan, akan berakibat fatal bagi keberlangsungan usaha.
Dalam menetapkan harga jual, Menurut Ir. Harmiazar dalam buku Menggali Potensi Wirausaha, terdapat beberapa faktor yang perlu mendapat perhatian.
Pertama, merumuskan tujuan yang ingin diperoleh dari penetapan harga. Mendapatkan posisi pasar, memaksimalkan keuntungan, merangsang permintaan, mempengaruhi persaingan. Empat faktor ini akan menentukan berapa harga jual atas produk dan jasa yang dibuat. Jika ingin keuntungan banyak, misalnya bikin harga yang tinggi. Atau jika ingin memenangkan persaingan, bikin harga dengan keuntungan sedikit, tetapi dengan omset yang besar.
Hal yang tak kalah pentingnya adalah sistem pembayaran yang dibuat oleh perusahaan. Produk baru, akan sulit jika cash and cary karena belum terbangunnya kepercayaan. Beda dengan produk yang sudah laris di pasar, konsumen akan mencari dan menyiapkan dana terlebih dahulu.
Kedua, menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi harga. Faktor yang perlu mendapat perhatian, seperti kepekaan pasar atas harga. Biasanya ini sangat dipengaruhi kelas sosial pasar sasaran yang dituju. Biaya produk juga penting dijadikan pertimbangan, karena merupakan faktor utama pembiayaan barang yang kita jual. Selanjutnya tingkat persaingan, akan turut menentukan berapa harga yang ditetapkan supaya dapat bersaing dengan harga produk yang sudah ada di pasar.
Ketiga, penetapan strategi harga jual. Misalnya untuk menarik pelanggan, kita perlu memberikan potongan yang bersaing. Perilaku konsumen Indonesia berdasar hasil penelitian, tidak menjadikan mereka irit. Akan tetapi justru dapat meningakatkan penjualan, karena menjadi lebih boros. Dari rumah ingin beli satu baju, mumpung ada diskon bisa beli dua atau lebih barang.
Keempat, penentuan harga akhir. Sebaiknya kita tidak menentukan harga tunggal untuk produk dan jasa yang dijual. Terdapat beberapa pilihan metode penetapan harga, seperti harga promosi, dan diskon tunggal atau berseri. Pilihan lain yang dapat dilakukan adalah menetapkan harga jual dengan membedakan kelompok pembeli (distributor, agen, pengecer), kelompok waktu seperti dalam penerapan tarif telepon, dan juga penetapan harga yang berbeda karena faktor jarak, dan lain sebagainya.
Kesimpulan akhirnya, menetapkan harga perlu akurasi informasi yang tepat, tujuan yang ingin dicapai dalam pengelolaan usaha, serta menyeimbangkan nilai tambah yang diberikan dengan harga yang harus dibayar pelanggan. Dengan demikian, disatu sisi perusahaan akan memperoleh keuntungan yang cukup untuk menjaga keberlanjutan usaha, disisi lain konsumen memperoleh kepuasaan sehingga menjadi pelanggan yang berjangka panjang.
Anda ingin berkonsultasi masalah wirausaha? silakan kirimkan email Anda ke: "Noor Shodiq" < This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it >
| < Prev | Next > |
|---|
- 07/09/2010 13:39 - Wirausaha, Mesti Kita Mulai dari Mana?
- 07/09/2010 13:37 - Berbisnislah dengan Tawa
- 07/09/2010 13:34 - Berani dan Professional
- 07/09/2010 13:33 - Belajarlah ke Negeri Cina
- 07/09/2010 13:30 - 8 Kesalahan Pebisnis Pemula
- 06/09/2010 15:19 - Menetapkan Nilai Tambah yang Tepat
- 06/09/2010 15:18 - Membuat Peta Bisnis
- 06/09/2010 15:15 - Kesempatan Hanya Sekali
- 05/09/2010 15:57 - Bisnis Kreatif
- 31/08/2010 04:48 - Resep Sukses Berwirausaha Dengan Empat " Ti "



Rubrik 















