Oleh : Noor Shodiq Askandar
Direktur Lembaga Manajemen Unisma Malang
Dalam berusaha, hal yang seringkali menjadi persoalan adalah menetapkan harga jual yang tepat bagi konsumen. Harga yang terlalu tinggi, sudah barang tentu menyulitkan pelanggan. Akan tetapi kalau harga terlalu rendah, perusahaan tidak akan memperoleh keuntungan yang cukup untuk menjalankan usaha. Mulai menghitung harga pokok, overhead, transportasi dan hal lain yang menjadi komponen utama dalam perhitungan harga. Makin banyak item yang dihitung, makin kompleks pertimbangannya Dibutuhkan kejelian dan ketelitian serta kebijakan yang tepat dalam meneropong pasar. Memang sepertinya rumit dan dilematis, tetapi disinilah seni menjadi pengusaha.
Terdapat beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian :
Pertama, biaya produksi seperti bahan baku, tenaga kerja yang digunakan, dan biaya pabrikasi. Pengusaha, harus pintar meramu agar menjadi lebih ekonomis, sehingga biaya produksi efisien. Penggunaan bahan baku harus didasarkan pada perencaan produksi dengan supplier yang mampu memberikan harga terjangkau. Begitu juga, tenaga kerja harus dipikirkan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan optimal.
Kedua, jalur distribusi produk. Panjang pendeknya suatu jalur penyaluran barang, akan turut menentukan tingkat harga pelanggan. Karena maing-masing tingkatan (distributor, agen, sub agen, pengecer, dan lain sebagainya), tentu harus mendapatkan keuntungan. Dengan demikian, penentuan jalur harus diatur yang baik sesuai dengan dengan spesifikasi produk dan pasar yang dilayani. Jika tidak bisa dilakukan sendiri, tentu harus ada jalur produk yang ditetapkan.
Ketiga, biaya transportasi produk sampai di tangan pelanggan. Dengan kondisi harga bahan bakar stabil, perhitungan bisa lebih tepat. Akan tetapi jika harga berubah ubah, tentu akan menyulitkan.
Keempat, tingkat keuntungan yang ingin dicapai. Keuntungan yang besar belum tentu baik, begitu juga keuntungan yang kecil belum tentu jelek. Seringkali kita salah kaprah, kalau ambil untung yang besar sekalian supaya lebih cepat berhasil. Jika tidak jeli, justru akan merusak keberlangsungan usaha. Konsumen akan enggan mengkonsumsi lagi, karena merasa berat daya belinya. Kalau sudah begini, pelanggan akan turun, bahkan habis. Sebaliknya, jika tingkat keuntungan terlalu kecil, perusahaan akan kesulitan membiayai operasionalnya.
Wirausaha dalam membuat formula harga harus pandai dan tepat dalam menghitung harga produk serta manfaat yang diberikan kepada pelanggan. Konsumen akan membayar dengan harga berapapun, kalau merasa memperoleh manfaat yang sesuai dengan impiannya.
Formula Penetapan harga secara sederahana sebagai berikut :
Harga Jual = Biaya Produksi + Biaya Overhead (listrik, depresiasi gedung, dsb) +Transportasi + Tingkat Keuntungan optimal + tingkat risiko yang dicadangkan.
Penetapan harga jual dapat dilakukan dengan sistem harga jual pokok untuk pedagang, dan harga eceran tertinggi pada konsumen. Dapat juga dilakukan dengan sistem harga berjenjang mulai dari tingkat distributor, agen, sub agen sampai dengan harga di tingkat pengecer.
Anda ingin berkonsultasi masalah wirausaha? silakan kirimkan email Anda ke: "Noor Shodiq" < This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it >
| < Prev | Next > |
|---|
- 07/09/2010 13:37 - Berbisnislah dengan Tawa
- 07/09/2010 13:34 - Berani dan Professional
- 07/09/2010 13:33 - Belajarlah ke Negeri Cina
- 07/09/2010 13:30 - 8 Kesalahan Pebisnis Pemula
- 06/09/2010 15:22 - Strategi Harga
- 06/09/2010 15:18 - Membuat Peta Bisnis
- 06/09/2010 15:15 - Kesempatan Hanya Sekali
- 05/09/2010 15:57 - Bisnis Kreatif
- 31/08/2010 04:48 - Resep Sukses Berwirausaha Dengan Empat " Ti "
- 31/08/2010 04:46 - Usaha Dengan Modal Kecil, Mungkinkah?



Rubrik 















