Oleh : Noor Shodiq Askandar
Direktur Lembaga Manajemen Unisma Malang
Banyak orang menganggap kreativitas dan bisnis bagai minyak dan air, tidak bisa disatukan. Bagi pendapat sebagian besar masyarakat, orang harus memilih antara bisnis dan kreativitas. Demikian awal tulisan David Parrish dalam buku dengan judul yang sama dengan tulisan ini.
Bisnis seringkali digambarkan sebagai dunia yang penuh dengan rutinitas, profesionalisme, kedisiplinan, kerapian, ketepatan dan kecepatan. Sementara disisi lain, kreativitas seni banyak digambarkan dengan kehidupan serba tidak teratur, penampilan yang acak-acakan, dan berbagai kesemrawutan lainnya. David Parrish mengibaratkan perbedaan ini dengan kaus dan jas pada zaman dulu, tidak cocok untuk digunakan dalam waktu bersamaan.
Profesionalisme bukanlah monopoli pebisnis, sebaliknya kreativitas juga bukan milik para seniman saja. Dalam banyak kasus, gagasan kreativ saat ini seringkali lebih banyak tumbuh dari perusahaan. Akan tetapi dalam kasus lain, kreativitas juga dapat menjadi lahan bisnis yang menjanjikan.
Kreativitas dan bisnis adalah keniscayaan dalam kehidupan. Gabungan keduanyalah yang nantinya akan menjadi kekuatan dasyat dalam dunia bisnis. Pelaku bisnis kreatif harus dapat melebur kreativitas dengan bisnis. Bisnis adalah seni memilih paduan kemungkinan, dan kemudian menyatukan dengan kebutuhan khusus konsumen untuk bisa memperoleh keuntungan keuangan.
Kasus hubungan mbah Surip (alm) dengan kepiawian label (baca perusahaan rekaman) dalam membaca situasi pasar, mampu menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Dalam waktu sekejap disamping memperoleh ketenaran, juga pendapatan yang sangat besar. Mbah Surip saja, mampu memperoleh 4,5 milyar dari royalty, apalagi perusahaan rekaman jelas dapat keuntungan yang lebih besar. Irama lagu Tak Gendong yang ceria dapat mengobati kepenatan fikiran dalam mengupayakan untuk dapat bertahan hidup, mengurangi ketegangan politik karena tidak ada yang mau legowo dengan kekalahan, memberikan keceriaan baru dengan tawa khasnya (ha ha ha) dan lain sebagainya.
Sukyanto dengan kreasi olahan serta seni pemasaran yang agak berbeda, pada zamannya mampu mengembangkan es teller 77 juara Indonesia di berbagai belahan pulau di Indonesia.
Bill Gate dengan segudang kreasinya, dipadukan dengan kejelian dan keuletan mengelola bisnis mampu menjadi orang terkaya dan bahkan terpilih sebagai salah seorang yang paling berpengaruh di dunia.
Ditangan para kreator, hal yang sebetulnya biasa dapat menjadi luar biasa. Limbah pertanian, bisa diubah menjadi makanan ternak yang murah dan bergizi. Ketela pohon, bisa diolah dengan berbagai ragam produk seperti nugget singkong, stik singkong, keripik aneka rasa, dan yang lainnya. Di kota Malang, atas kreativitas ibu rumah tangga, kain bisa dilukis dan juga dapat dijadikan berbagai ragam pakaian dan souvenir. Di Karang Ploso Malang, Limbah bambu dikombinasikan dengan kemampuan seni dapat menjadi kerajinan yang bernilai tinggi. Masih banyak contoh lain yang dapat digambarkan dan dieksplorasi untuk dapat dijadikan inspirasi bisnis yang ingin dikembangkan.
Kalau dulu kaus dan jas sepertinya tidak cocok untuk dipadukan, kini bahkan menjadi tren mode bagi professional muda. Paradigma berfikir harus selalu dapat menyesuaikan dengan perubahan, sebagaimana kaus dan jas. Kreativitas adalah ruh dalam berkarya dan bisnis adalah jalan keberhasilan dalam berusaha. Jadi kenapa kita mesti membedakannya?
Anda ingin berkonsultasi masalah wirausaha? silakan kirimkan email Anda ke: "Noor Shodiq" < This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it >
| < Prev | Next > |
|---|
- 07/09/2010 13:30 - 8 Kesalahan Pebisnis Pemula
- 06/09/2010 15:22 - Strategi Harga
- 06/09/2010 15:19 - Menetapkan Nilai Tambah yang Tepat
- 06/09/2010 15:18 - Membuat Peta Bisnis
- 06/09/2010 15:15 - Kesempatan Hanya Sekali
- 31/08/2010 04:48 - Resep Sukses Berwirausaha Dengan Empat " Ti "
- 31/08/2010 04:46 - Usaha Dengan Modal Kecil, Mungkinkah?



Rubrik 















