Sarjo melamar pekerjaan sebagai penjaga lintasan kereta api. Dia diantar meghadap Pak Banu, kepala bagian, untuk test wawancara.
Banu: “Seandainya ada dua kereta api berpapasan pada jalur yang sama, apa yang akan kamu lakukan?” (Pak Banu, ingin mengetahui seberapa cekatan Sarjo).
Sarjo: “Saya akan pindahkan salah satu kereta ke jalur yang lain.”
Banu: “Kalau handle untuk mengalihkan relnya rusak, apa yang akan kamu lakukan?”
Sarjo: “Saya akan turun ke rel dan membelokkan relnya secara manual.”
Banu: “Kalau macet atau alatnya rusak bagaimana?”
Sarjo: “Saya akan balik ke pos dan menelepon stasiun terdekat.”
Banu: “Kalau teleponnya lagi dipakai.”
Sarjo: “Saya akan lari ke telpon umum terdekat?”
Banu: “Kalau rusak?”
Sarjo: “Saya akan pulang menjemput kakek saya.”
Banu: “LHO?” (Pak Banu heran dengan jawaban Sarjo).
Sarjo: “Karena seumur hidupnya yang sudah 73 tahun, kakek saya belum pernah melihat kereta api tabrakan…”
| < Prev | Next > |
|---|
- 05/09/2010 03:44 - Mira Tetangga Baru Nenek
- 31/08/2010 04:15 - Orang Gila, Jagung & Ayam
- 31/08/2010 04:13 - Kue Krim Yang Lezat
- 31/08/2010 04:08 - Roket Matahari
- 31/08/2010 04:08 - Wan Abud dan Supir Taksi



Rubrik 















